Pengetahuan Teknis Produsen dan Pemasok di Cina

Tiga Faktor Kunci dalam Pemilihan Pompa Peristaltik

2026-07-17 15:55:11
Pompa peristaltik menciptakan vakum dengan menekan tabung menggunakan rol, sehingga menghasilkan pengiriman fluida searah. Karena fluida hanya bersentuhan dengan tabung, tidak ada kontaminasi dan presisi tinggi, sehingga banyak digunakan untuk pengukuran dan pengisian cairan di industri farmasi, kimia, dan makanan.

Sistem pompa peristaltik terutama terdiri dari tiga komponen: kepala pompa, tabung, dan penggerak.

I. Pemilihan Kepala Pompa

1. Kepala pompa dibagi menjadi tipe pengiriman fluida saluran tunggal dan multi-saluran.

2. Selang harus mudah diganti.

3. Selang harus mudah diamankan.

4. Ratchet penyetel halus dapat mengubah celah tekanan untuk mengakomodasi selang dengan ketebalan dinding yang berbeda.

5. Pemilihan rol: 6. Struktur rol menghasilkan laju aliran yang sedikit lebih tinggi; 10. Struktur rol menghasilkan pulsasi fluida yang sedikit lebih kecil.

II. Pemilihan Selang Pompa

1. Faktor-faktor untuk pemilihan selang pompa peristaltik:

a. Elastisitas yang baik, artinya selang dapat dengan cepat kembali ke bentuk semula setelah ditekan.

b. Ketahanan aus yang baik.

c. Ketahanan tekanan yang baik.

d. Kedap udara yang baik (tidak bocor).

e. Ketahanan suhu yang baik, adsorpsi rendah, tidak mengembang, tidak mudah menua, ketahanan korosi yang kuat, eksudat rendah, dll.

2. Parameter selang pompa peristaltik: Ketebalan dinding dan diameter dalam adalah parameter utama spesifikasi selang.

3. Bahan selang pompa peristaltik: Karet, plastik, karet silikon, bahan sintetis, dll. Bahan yang berbeda menunjukkan sifat yang berbeda dan memiliki aplikasi yang berbeda. 4. Beberapa poin yang perlu dipertimbangkan saat memilih selang:

a. Ketahanan kimia/kompatibilitas kimia

b. Saat mentransfer fluida yang berbeda, selang menunjukkan sifat kimia yang sangat baik, yang dikenal sebagai kompatibilitas kimia. Contohnya meliputi: ketahanan suhu yang baik, ketahanan terhadap penuaan, adsorpsi rendah, tidak mengembang, ketahanan terhadap korosi, dan pelarutan rendah.

c. Suhu yang lebih tinggi menurunkan ketahanan kimia. Bahan kimia yang tidak berpengaruh pada selang pada suhu ruangan dapat memengaruhinya seiring peningkatan suhu.

d. Ketahanan tekanan: Ketahanan tekanan selang membatasi aplikasi pompa peristaltik.

e. Suhu: Pengguna harus mempertimbangkan kisaran suhu operasi selang, karena bahan yang berbeda memiliki kinerja suhu yang berbeda.

f. Ukuran: Ukuran selang secara langsung memengaruhi laju aliran. Saat mendesain pompa peristaltik, ketebalan dinding dan diameter dalam selang harus dipertimbangkan untuk memilih ukuran selang yang paling sesuai. Diameter dalam selang menentukan laju aliran; ketebalan dinding menentukan kemampuan selang untuk kembali ke bentuk semula setelah kompresi dan juga sangat memengaruhi masa pakainya.

g. Sertifikasi: Selang harus disertifikasi untuk penggunaan yang dimaksudkan. h. Umur Pakai/Fleksibilitas/Elastisitas Selang: Berbagai jenis selang, material, kepala pompa, dan kecepatan operasi menghasilkan umur pakai yang berbeda-beda, sehingga memengaruhi kemampuannya untuk menahan kompresi dan gesekan berulang dari rol.

III. Pemilihan Penggerak: Saat memilih penggerak pompa peristaltik, pertimbangan utama adalah persyaratan aliran, akurasi kontrol, dan skenario aplikasi. Pertama, tentukan rentang kecepatan penggerak dan daya yang sesuai berdasarkan laju aliran yang dibutuhkan, pastikan kompatibel dengan kepala pompa yang dipilih. Kedua, pilih jenis kontrol berdasarkan kebutuhan operasional. Untuk pengiriman sederhana, jenis pengatur kecepatan dasar sudah cukup; untuk pengukuran atau pengeluaran yang presisi, penggerak jenis aliran atau distribusi harus dipilih.